(fiksi) Pojok Kiri Sudut Belakang | Pasar Malam di Kepala

(fiksi) Pojok Kiri Sudut Belakang

Kamis, 27 Juni 2013
Lihat cara dia berjalan oh mengagumkan.. oh mengagumkan 

       Akhirnya, setelah sekitar tiga puluh menit aku duduk menghabiskan kopi di kafe ini, sosok itu reflek membuat bola mataku beralih pandangan. Hari ini ia mengenakan kaos abu-abu berkerah, sepatu putih, buku di tangan kanan dan tas tergantung di pundak kanannya. Hey, kemana jaket yang biasa ia sampirkan begitu saja di pundak sebelah kirinya? Entahlah. Bola mataku masih saja sibuk mengikuti arah langkahnya, meski sudah sangat hafal dengan cara berjalannya. Bagaimana tidak? lihat betapa cara berjalan yang sebenarnya biasa saja itu bisa terlihat slow motion di kepalaku, dengan efek cahaya yang entah bagaimana bisa mengikuti gerak langkahnya. Lihat betapa mengagumkannya.



Ikutilah jalan pikirannya oh mengesankan.. oh mengesankan

      Laki-laki itu memasuki kafe, lalu memilih tempat duduk seperti biasanya. Pojok kiri sudut belakang kafe ini, dekat jendela. Lama-kelamaan aku mulai paham, ia sengaja memilih tempat itu pasti karena di sana tidak seramai tempat aku memandanginya ini. Di sudut belakang, jauh dari lalu lalang pengunjung kafe yang keluar masuk. Dekat jendela, tentu saja, di luar jendela itu tampak pemandangan taman kafe yang cukup menyejukkan. Ia akan duduk berlama-lama di sana sambil membaca buku yang ia bawa.



Ingin sekali kutunjukkan Betapa berarti senyumnya untukku

       Di tengah keasyikannya membaca, seringkali ada yang menegurnya, mengajaknya bergabung ke meja mereka. Ia hanya tersenyum, lalu melanjutkan lagi fokusnya. Ah, senyum itu, aku selalu suka. Aku ingin sekali memilikinya. Pernah sekali, ketika ia berjalan menuju mejanya, aku pura-pura berdiri lantas menyenggol lengannya sampai buku yang di bawanya terjatuh. Aku meminta maaf, ia tersenyum dan mengangguk ramah. Hey, aku mendapatkan senyumnya. Senyum kesukaanku itu. Diam-diam, otakku reflek menyimpannya, yang setiap pagi kujadikan penyemangat, yang setiap malam kujadikan pengantar tidur.

                                                                           ***

terinspirasi dari Karena Aku Setia milik SO7. btw, aku kok selalu kesulitan ya tiap ngasih judul artikel :/


7 jejak:

Kontes Humor mengatakan...

Informasi yang sangat bermanfaat sekali.

Obat Maag Kronis mengatakan...

Sungguh luar biasa informasi ini. Salam kenal kak

catatan-r10.com mengatakan...

ika pakai trik senggol lengan untuk menjalankan modus :D

septi ika lestari mengatakan...

informasi apanya -_-

septi ika lestari mengatakan...

masyaallah -_-

septi ika lestari mengatakan...

muahahaha fiksi kok maaas :D

Debrina Intani mengatakan...

hai cantik,lama banget aku nggak main kesini ya?
cerita tentang mengagumi diam-diam dan pada akhirnya jatuh cinta diam-diam juga. Membuat hati berdegup kencang tatkala terbayang senyumnya yang begitu ramah.
nice post..
anyway, menurutku judul itu kesimpulan dari isi cerita,jadi cari benang merah dari cerita yg kamu tulis dan buat itu jadi judulnya.. *IMHO*