Temu Berikutnya | Pasar Malam di Kepala

Temu Berikutnya

Selasa, 03 September 2013
pict from google

"Pembaca Pramoedya juga?" aku tidak tahu sejak kapan ia memperhatikan, tiba-tiba saja lelaki ini sudah ada di hadapan.

"eh, iya"  kujawab sekenanya, canggung.

"sama dong" lelaki itu tersenyum, raut wajahnya cukup ramah untuk orang yang baru kenal, bukan mencurigakan, rautnya justru menyenangkan.

"kenapa suka beliau?" baiklah, kali ini biar aku yang bertanya.

"mm.... kenapa ya? i think he's truly an icon of Indonesian writer, gimana?"

"iya, menurutku juga gitu. eh kau sudah baca semua karyanya?"

"tentu saja belum, kau tahu bukan karyanya banyak"

"haha iya ya"

"eh paling suka yang apa?"

"Kalau dari serial Minkenya, aku suka yang Bumi Manusia, lebih ringan soalnya"

"emang sih, mungkin karena di sini Minke masih polos dan belum politik-politikan" lama kelamaan, kupikir lelaki ini cukup menyenangkan dalam berbincang.

lelaki itu kini justru sempurna duduk di kursi kosong sampingku, tanpa permisi. aduh, bagaimana ini?

"maaf, kursi ini sudah ada yang menempati. Orangnya sedang turun cari minum" terpaksa, repot aku menyusun kalimat sehalus mungkin agar tidak terkesan mengusir.

"oh, maaf. Kukira kau pergi sendiri"

"Tak apa. Tadinya juga aku ingin pergi sendiri, biar jadi pemberani seperti Nyai Ontosoroh, sayang kekasihku tak mengijinkan" entah kenapa, aku malah curhat pada lelaki ini, bodoh!

"haha, kau tak mau minta nomor ponsel atau alamatku?"

"untuk apa?"

"barangkali kau jatuh hati padaku, lantas datang lagi ke Jogja ketika sudah tak berkekasih"  laki-laki itu tertawa, pergi begitu saja. Ah, aku tahu ia bercanda.

                                                                              ***

Ini kedatanganku ke Jogja yang ketiga kali, tepat di tanggal yang sama seperti tiga tahun lalu, di terminal yang sama, juga sengaja kupilih bus yang sama. Bedanya, belakangan aku datang sendiri, aku sudah tak berkekasih. Sayang, aku tak juga berhasil menemuinya. Lelaki itu, ah, nampaknya memang tak kan ada temu berikutnya.

 *tamat*




postingan lawas dari draft, waktu itu iseng ubek ubek gooreads, terus nemu deretan judul buku dengan nama penulis yang sama, Pramoedya Ananta Toer. Kaget, karyanya banyak banget. Ternyata beliau sastrawan lama, udah almarhum, dan aku baru tahu masa, dan aku sama sekali belum pernah baca karya beliau masa -_-
kemudian kepikiran bikin cerita ini, terus niat banget ngubek-ubek biografi dan opini2 perihal beliau dan karyanya. Jadi mohon maaf kalau sampai ada yang melenceng dari fakta, aku belum know him so well, tapi udah usaha yang diomongin itu bukan ngarang doang kok, suer~

0 jejak: