Cincin Tua | Pasar Malam di Kepala

Cincin Tua

Kamis, 24 Oktober 2013


Aku sudah kehabisan akal menolak lamaran laki-laki aneh ini. Berkali-kali kubilang aku telah memiliki pasangan, berkali-kali ia datang berharap aku telah berubah pikiran.

Seminggu yang lalu, aku bertemu dengannya di toko perhiasan tempat kakakku bekerja. Lebih tepatnya, dia membuntutiku. Di depan banyak orang dia memaksaku menerima lamarannya, menawarkanku berbagai macam cincin. Gila, dia pikir aku akan terima hanya karena ia kaya?

Aku teringat cerita kakakku mengenai cincin turun temurun yang dipakai bosnya di toko tempatnya bekerja. Itu cincin sudah dari zaman neneknya, tak mungkin ada yang masih membuatnya sekarang ini. Jadi aku minta saja dia memberikan cincin persis yang seperti itu, cincin lama, bukan baru.

 “Aku hanya ingin cincin seperti yang dipakai pemilik toko emas itu, baru aku akan menerimamu. Titik!”

Sialnya, dia bahkan tidak menyerah, tanpa kuduga, ternyata dia nekat bertanya pada pemilik toko emas itu. Katanya, saking lawasnya cincin itu bahkan sudah tak bisa dilepas dari jari ibu pemilik toko. Siapa peduli? Aku hanya ingin kau menyerah, bodoh!
***
Hari ini sepertinya aku yang harus menyerah. Laki-laki itu menemuiku, mengeluarkan sebuah kotak merah hati dengah wajah sumringah sekali. Dibukanya kotak mungil nan manis itu. Aku hanya ternganga. Cincin itu, bagaimana mungkin?

“aku sangat menginginkanmu, ibu pemilik toko itu keukeuh bilang cincinnya tidak bisa dilepas, jadi aku potong saja jarinya. Kau menerimaku sekarang?” gelas di genggamanku seketika jatuh berkeping.


4 jejak:

septihrdyni mengatakan...

gilaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! hahahaha. tapi bagus :)

Rizki Pradana mengatakan...

mantaaaap itu baru lelaki sejatii !!!
tapi gak sigitunya juga kali,hehe :p
but simple n nice story :))
EPICENTRUM sekalian ngucapin selamat hari SUMPAH PEMUDA bagi para Pemuda Indonesia :))

Septi Ika Lestari mengatakan...

hahaha ngga tau deh kalo beneran mah ada enggak. makasih mbaaak :D

Septi Ika Lestari mengatakan...

hihi itu kebangeten ya, mas :p
makasiiih, selamat kembali, semoga bisa jadi pemuda pemudi yang tetap teguh pada isi sumpahnya :))